Produk Kami

PUISI, IDEOLOGI, DAN PEMBACA YANG TERKALAHKAN

Rp 40,000.00

  • CATATAN AWAL:

    Dari Sebuah Cara Interpretasi

    Ketika di pertengahan tahun 1994 saya memutuskan untuk

    memilih kumpulan puisi yang berjudul Yang Berdiam dalam

    Mikropon karya Afrizal Malna menjadi objek kajian dalam

    menyelesaikan tugas akhir studi saya, sebelumnya saya tidak

    tertarik sedikit pun pada puisi-puisi yang ditulis Afrizal Malna.

    Membaca puisi-puisinya pun belum pernah saya lakukan. Saya

    intens membaca esai-esai sastra yang secara periodik muncul di

    setiap hari minggu di media massa, seperti Pelita, Media Indonesia,

    Kompas, dan Republika. Dari sekian banyak esai sastra yang saya

    baca dan kunmpulkan (kliping), dua di antaranya saya tertarik

    dengan esai yang ditulis Afrizal Malna.

    Dua esai itu, yang untuk pertama kali saya membacanya,

    berjudul "Puisi dari Gadis Buta yang Bunuh Diri" (dimuat dalam

    Harian Pelita, 21 Oktober 1991) dan "Prosa dari Bulan yang

    Ditelanjangi" (dimuat dalam Harian Pelita, 9 Januari 1992).

    Ketertarikan saya pada dua esai itu membawa aktivitas baru dalam diri saya, pertama berburu esai-esai Afrizal Malna yang pernah

    ditulisnya dan kedua, menunggu esai-esai Afrizal Malna yang

    mungkin dimuat di media massa. Untuk aktivitas pertama, saya

    langsung menyinggahi Pusat Dokumentasi Sastra HB. Jassin. Untuk

    yang kedua, saya berburu ke pedagang koran, bila ada esai atau

    puisi Afrizal Malna, saya pastikan untuk membelinya.

    Selang waktu, di sekitar tahun 1992, saya berkunjung ke rumah

    salah seorang kawan. Seorang penulis puisi dan esai serta

    pemerhati teater. Saya tertarik dengan pikiran-pikirannya yang

    selalu "nyentrik" untuk saya dengarkan. Di kamarnya, yang pasti

    selalu berantakan, saya temukan buku puisi Yang Berdiam dalam

    Mikropon.

    Mulailah saya intens membaca Yang Berdiam dalam Mikropon.

    Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk saya memahaminya.

    Bukan karena saya paham maksud puisi-puisi Afrizal Malna dari

    "murni membaca" puisi-puisinya. Akan tetapi justru saya bisa

    memasuki puisi Afrizal Malna dari membaca esai-esai yang

    ditulisnya. Tentu sebatas pemahaman saya. Saya putuskan mengkaji

    Yang Berdiam dalam Mikropon untuk menyelesaikan studi. Saya

    tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mempertahankan

    kajian saya di hadapan dosen-dosen penguji. Sekali lagi, bukan

    karena kualitas tulisan saya, saya yakin kerena dosen-dosen penguji

    tidak memiliki referensi yang cukup tentang puisi-puisi Afrizal

    Malna.

    ...


    PUISI, IDEOLOGI, DAN PEMBACA YANG TERKALAHKAN

    Copyright © Muarif Esage

    Penulis: Muarif Esage

    Editor: Aditya Kusuma Putra

    Penata Letak: Yoga Ade S

    Penata Sampul: Raditya Pramono

    Sebagian ilustrasi diambil dari internet

    CV KEKATA GROUP

    Kekata Publisher

    kekatapublisher@gmail.com

    kekatapublisher.com

    Fanspage: Kekata Publisher

    "Cafebaca" Jalan Kartika, Gang Sejahtera 1 No. 3, Jebres,

    Surakarta, Indonesia

    Cetakan Pertama, Januari 2018

    Surakarta, Kekata Publisher, 2018

    vi + 109 hal; 14,8×21 cm

    ISBN: 978-602-5613-40-1

    Dicetak oleh

    Percetakan CV Oase Group

    Isi di luar tanggung jawab percetakan

    Katalog Dalam Terbitan

    Hak cipta dilindungi Undang-Undang

    All Right Reserved

    Dilarang mengutip atau memperbanyak sebagian atau

    seluruh isi buku ini tanpa izin tertulis dari penerbit


    Related Product

    KESEJAHTERAAN HEWAN DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI

    KESEJAHTERAAN H...

    NEW RELEASE Rp 50,000.00
    GEOMETRI

    GEOMETRI

    NEW RELEASE Rp 35,000.00