Produk Kami

KESEJAHTERAAN HEWAN DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI

Rp 50,000.00

  • Konsep Kesejahteraan Hewan belum dikenal secara luas dalam masyarakat umum di Indonesia, maka petunjuk yang jelas mengenai bagaimana memelihara binatang dengan baik, seperti The Five Freedoms, belum tersebar meluas dalam masyarakat umum. Tanpa kesadaran tentang kebutuhan dasar binatang untuk diberikan minuman dan makanan yang cocok dan cukup, lingkungan yang sesuai bagi binatang dan lain-lain, ada lebih banyak kesempatan bagi binatang mengalami penderitaan. Untungnya ada wacana baru yang berkembang di Taman Satwa Taru Jurug dan Kebun Binatang Gembira Loka untuk meningkatkan kesadaran tentang konsep Kesejahteraan Hewan dalam masyarakat di Kota Surakarta dan Kota Yogyakarta serta di seluruh Indonesia. Wacana tersebut mengkombinasikan antara ide-ide lama yang telah biasa seperti dalam Perlindungan Hewan dan ide-ide baru untuk menciptakan konsep baru. Konsep baru itu adalah Kesejahteraan Hewan. Konsep tersebut merupakan ide yang lebih luas dan mendorong masyarakat untuk berpikir tentang binatang dan bagaimana mereka memperlakukan binatang dengan cara yang baru.

    Pengelola Taman Satwa Taru Jurug dan Kebun Binatang Gembira Loka, menyatakan bahwa kebun binatang sebagai lembaga konservasi juga mempunyai fungsi pendidikan,misalnya melakukan pendidikan bagi kelompok murid-murid maupun pertunjukan pendidikan binatang bagi semua pengunjung. Walaupun pertunjukan pendidikan binatang mirip dengan sirkus, namun masih ada upaya-upaya untuk meningkatkan kesadaran tentang konservasi binatang apalagi kebun binatang juga mempunyai fungsi sebagai pusat pendidikan informal. Dengan pendidikan masyarakat akan mendapatkan akses lebih banyak pengetahuan tentang Kesejahteraan Hewan. Artinya ada kesempatan yang lebih besar agar mereka menggunakan pengetahuan yang mereka dapatkan dari pendidikan, sehingga binatang mempunyai hidup yang berkualitas. Walaupun pendidikan Kesejahteraan Hewan tidak memberikan jaminan untuk meningkatkan kualitas hidup bagi binatang, namun baik untuk permulaan. Jika masyarakat dapat belajar untuk memperlakukan binatang dengan rasa hormat dan kebaikan, kemudian tentunya kesejahteraan untuk semuanya, baik manusia dan binatang akan mempunyai kehidupan yang lebih baik. Jika masyarakat dapat belajar untuk memperlakukan binatang dengan baik, tentunya masyarakat memiliki kemampuan untuk memperlakukan sesama dengan rasa hormat dan bijaksana.


    KESEJAHTERAAN HEWAN DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI

    Copyright © Argyo Demartoto, Siti Zunariyah, dan RB Soemanto

    Penulis : Dr. Argyo Demartoto, M.Si

    Siti Zunariyah, S.Sos., M.Si

    Prof. Dr. RB. Soemanto, MA

    Kontributor :Bayu Setia Nugroho, S.Sos

    Editor : Dr. Argyo Demartoto, M.Si

    Editor Bahasa : Maya Atri Komalasari, S.Sos., MA

    Penata Sampul :Raditya Pramono

    Penata Letak :Muhammad Satria Aji

    CV KEKATA GROUP
    Kekata Publisher
    kekatapublisher@gmail.com
    www.kekatapublisher.com
    Fanspage: Kekata Publisher

    "Cafebaca" Jalan Kartika, Gang Sejahtera 1 No. 3, Jebres,

    Surakarta, Indonesia

    Cetakan Pertama, Juli 2017
    Surakarta, Kekata Publisher, 2017
    xxii+224 hal; 14×21 cm


    Related Product

    BATIK GIRLI

    BATIK GIRLI

    NEW RELEASE Rp 40,000.00